Tuesday, February 24, 2026

Aku Pernah Hilang Semangat Hidup

Halo semuanya. Selamat datang lagi di blog ku. Sudah lama sekali rasanya aku tidak menulis blog ini, yang entah kapan terakhir kali aku membukanya. Kali ini izinkan aku untuk bercerita yaa. Cerita yang sangat personal untuk ku. Terjadi pada ku dan aku juga gak tau kenapa ini bisa terjadi.

Aku mulai ceritanya yaa....

Kata orang, bulan Februari adalah bulan yang penuh cinta dan kasih sayang, tapi sepertinya tidak berpihak padaku. Februari 2026 justru jadi bulan pertama selama aku hidup, aku kehilangan gairah untuk hidup. Iya, aku seperti tidak ada semangat lagi untuk menjalani hidupku.

Aku yang biasanya menggebu-gebu, berambisi dan memiliki tekat dalam hidup, seketika berubah drastis menjadi orang yang gak tau mau kemana, mau ngapain dan gak punya tujuan untuk hidup. Perasaan yang aneh dan berbanding terbalik dengan ku yang dulu. Aku bertanya pada diriku, 'kenapa ya aku? kok sekarang jadi gak punya semangat untuk hidup dan gak tau arah hidupku mau kemana'.

Semua perasaan dan isi kepalaku begitu berkecamuk. Disisi lain juga menyalahkan diri ku sendiri, aku berpikir aku merasa gagal untuk semua hal. Menjadi manusia ku merasa gagal, menjadi ibu merasa gagal, bahkan menjadi seorang istripun aku merasa gagal. Untuk urusan pekerjaan atau karir aku juga merasa gagal, aku tidak bisa mencapai cita-citaku untuk menjadi seorang jurnalis senior dan tersohor, aku juga gak bisa jadi istri yang baik dan membuat keluarga ku happy. 

Ternyata, ini semua karena ambisi dalam diriku terlalu besar. Terlalu banyak rencana-rencana yang aku susun dan aku yakin rencana tersebut bisa berjalan. Aku lupa, ternyata aku hanyalah manusia biasa yang gak bisa melawan takdir dan aku hanya bisa berencana tanpa tau rencana mana yang nantinya akan berhasil. Dan hasilnya? Tidak ada satupun rencana yang aku susun berhasil terealisasi.

Aku terlalu mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, sehingga aku gak fokus pada satuhal dan membuat semuanya jadi jalan ditempat atau stuck. Sampai akhirnya aku kecewa sendiri dan kehilangan semangat hidupku. Aku dikecewakan juga oleh ekspektasi-ekspektasi yang aku buat sendiri.

Ada yang salah sama diri ku. Sampai suatu ketika....

Saat aku sudah tidak tau pada siapa aku bercerita, aku akhirnya memberanikan diri untuk cerita kepada ibu ku. Manusia yang melahirkan aku ke dunia ini dan ini pertama kalinya aku cerita kepada beliau saat aku berada dititik terendahku, kehilangan semangat hidup.

Aku seperti berjalan sendirian, tidak ada yang mendukung ku terhadap apapun yang aku lakukan.

disitulah aku bercerita, aku mulai mencari nama 'Mama' di telepon genggam ku, dan ku pencet tombol telepon. Saat aku mendengar suaranya, reflek air mataku jatuh -bahkan saat aku menulis inipun air mataku masih saja menggenang, yang sebentar lagi akan menetes.

Saat aku bilang 'Ma, kayaknya adek udah gak punya semangat untuk hidup deh'. Seketika ibuku berkata 'istigfar dek, Adek masih punya Allah. Jangan bilang begitu lagi ya nak. Adek masih ada Mama'.

-benar saja air mataku menetes-

Aku: 'iya Ma, tapi adek juga ngerasa aneh kenapa adek bisa begini hilang semangat hidup
Mama: Adek jalani aja yaa, Allah sudah punya planning terbaik untuk adek. Stop dulu punya rencana-rencana adek, adek simpen rencana adek. Adek coba minta petunjung sama Allah, adek ikutin rencananya Allah yaa. 

Nasehat itu menempel sekali di kepalaku. Sampai saat ini, aku berhenti berekspektasi terhadap apapun. Aku serahkan semuanya sama Allah. Allah yang berhak mengatur hidup ku dan menentukan jalan mana dan akan jadi seperti apa hidupku nantinya. Tugasku hanya meminta petunjuk-Nya dan menjalani clue-clue yang dikasih oleh-Nya. 

Sejak saat itu, aku merasa sangat bersyukur bahwa Allah masih sayang sama aku dan Allah kirimkan kasih sayang itu lewat ibuku. Perempuan yang sangat aku sayangi. 

Semoga kamu yang sedang membaca ini, tidak pernah mengalami kehilangan semangat hidup. Kalaupun ini yang sedang kamu alami, cobalah mencari pertolongan dengan bercerita kepada orang kamu percaya, kalau kamu masih memiliki seorang ibu, kamu bersyukur dan beruntung karena kamu masih bisa meminta doa padanya untuk kehidupan kamu yang lebih layak kedepannya. Mintalah restunya dan jalani hidupmu seperti sedia kala, serahkan semuanya pada Allah dan yakin bahwa hidupmu akan berubah menjadi lebih baik.

Sekian.